Aku menghampiri tepian pantai. Melepas lelah dan menghirup udara segar. Hembusan angin lembut menyusup ke alam pikirku. Menguak perhelatan yang aku saksikan di sini.
di sini,
ada perasaan getir menyaksikan gelombang lautan,
dari para pewaris ruang di bawah batu nisan.
di sini !
aku di kangkangi oleh pikir ala kalangan dan kepentingan,
dimana perilaku buruk menjadi warisan dan bukan kebajikan.
di sini,
aku penat mencari ruang terang sebagai perlindungan,
dari perhelatan antara hati dan pikiran.
Gunungsitoli, Nias (June’09)
Bereni Simanjuntak
Senin, 31 Mei 2010
Perasaan
Perasaan merupakan cermin kualitas pemahaman terhadap sesuatu. Karena peristiwa yang terkena pada seseorang tidak terjadi secara spontan. Sesuatu peristiwa berasal dari pikiran.
Jika pikiran mengandung hal yang bersifat negatif maka akan menuai ketidaknyamanan. Demikian sebaliknya, buah pikiran yang positip adalah kebahagiaan. Jadi, perasaan mencerminkan kualitas pemahaman dan cara pandang terhadap suatu peristiwa.
Berkesinambungan menanamkan bibit pemahaman dan cara pandang yang baik di dalam pikiran, berarti memilih Sang Pencipta, alam dan hakekat kehidupan sebagai rujukan. Maka akan menuai hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan.
Melalui bukunya “As A Man Thinketh” James Allen mengatakan (kurang lebih seperti ini);“Bukan peristiwa yang membuat seseorang menjadi gelisah tetapi bagaimana cara dia memandang peristiwa tersebut”.
Kalimat yang menguatkan bahwa cara pandang merupakan satu aspek penting sebelum menentukan maksud dan tujuan. Dimulai dari pemahaman dan cara pandang seseorang terhadap Sang Pencipta, alam dan hakekat kehidupan, serta terhadap manusia lain.
Gunungsitoli, Selasa, 20 October 2009
Bereni Simanjuntak
Opini tentang Perasaan
Jika pikiran mengandung hal yang bersifat negatif maka akan menuai ketidaknyamanan. Demikian sebaliknya, buah pikiran yang positip adalah kebahagiaan. Jadi, perasaan mencerminkan kualitas pemahaman dan cara pandang terhadap suatu peristiwa.
Berkesinambungan menanamkan bibit pemahaman dan cara pandang yang baik di dalam pikiran, berarti memilih Sang Pencipta, alam dan hakekat kehidupan sebagai rujukan. Maka akan menuai hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan.
Melalui bukunya “As A Man Thinketh” James Allen mengatakan (kurang lebih seperti ini);“Bukan peristiwa yang membuat seseorang menjadi gelisah tetapi bagaimana cara dia memandang peristiwa tersebut”.
Kalimat yang menguatkan bahwa cara pandang merupakan satu aspek penting sebelum menentukan maksud dan tujuan. Dimulai dari pemahaman dan cara pandang seseorang terhadap Sang Pencipta, alam dan hakekat kehidupan, serta terhadap manusia lain.
Gunungsitoli, Selasa, 20 October 2009
Bereni Simanjuntak
Opini tentang Perasaan
Langganan:
Postingan (Atom)